Analisa Intermarket

Analisa Intermarket adalah metode analisa Pasar yang menelaah hubungan empat pasar keuangan yaitu,
Mata uang, saham, komoditi,  dan Obligasi. Dengan cara memperhatikan berkorelasi pergerakan Keempat
pasar satu sama lain sepanjang sesi perdagangan. Misalnya, untuk mempelajari Pasar saham US maka harus melihat Obligasi US, Harga Komoditi dan US Dollar. Demikian juga sebaliknya. Perubahan di pasar berkorelasi dengan lainnya, seperti harga komoditas naik dapat  berdampak pada pergerakan harga US Dollar, dengan memperhatikan korelasi ini kita dapat memperoleh gambaran prediksi arah pergerakan harga kedepannya. Kebalikan dari analisis intermarket polos analisis fundamental, biasanya berfokus pada data ekonomi utama seperti pekerjaan, tenaga kerja, dan suku bunga.
Prinsip dasar analisa Intermarket, adalah :
1. Korelasi utama pasar adalah Obligasi, Komoditi, Saham dan mata uang
2. Analisa pasar harus berdasarkan analisa korelasi semua pasar.
3. Korelasi antar pasar bersifar global
4. Tidak ada pasar yang bergerak sendiri/terisolasi tidak berkorelasi dengan lainnya.
Beberapa hubungan intermarket paling signifikan harus dilakukan dengan emas, minyak, dan 10-tahun yield obligasi di Amerika Serikat. Alasan bahwa hasil 10-tahun penting adalah karena nilai ini dapat dikorelasikan dengan nilai indeks dolar, atau keranjang barang yang dapat mengungkapkan keseluruhan kekuatan dolar AS.
harga 2 komoditas terpenting emas dan minyak tersebut akan sangat berpengaruh pada mata uang dari negara-negara yang memproduksi komoditas ini. seperti Kanada adalah produsen besar minyak, maka Dollar Kanada (CAD) sangat terpengaruh perubahan harga minyak, dan Australia adalah penghasil   emas, hingga dolar Australia (AUD) akan terpengaruh oleh perubahan harga emas.