Dalam melakukan perencanaan keuangan ada 2 hal pokok yang harus senantiasa Anda penuhi untuk dimiliki disepanjang perjalanan kehidupan Anda . 2 hal tersebut adalah: asuransi dan investasi.
Asuransi dan investasi merupakan 2 materi penting yang saling mendukung dan mengamankan pencapaian berbagai tujuan keuangan yang telah Anda tetapkan. Asuransi dan investasi dapat saya ibaratkan 2 batang rel kereta api yang sejajar dan membujur dari tempat Anda berada sekarang ini, kearah tujuan yang ingin Anda capai. 2 batang rel keretaapi ini selalu ada dan berdampingan, namun tidak pernah bersatu (bertemu/bercampur). Dalam buku saya berjudul “Jangan beli unit link, bila Anda tidak paham benar!” telah saya jelaskan dengan gamblang, mengapa asuransi dan investasi sebaiknya tidak dicampur, melainkan harus dipisahkan. Secara sederhana alasannya adalah ke 2 materi ini berbeda karakteristiknya satu sama lain, asuransi untuk perlindungan atau proteksi atas risiko musibah, sedangkan investasi dengan tujuan pengembangan dana. Risiko (asuransi) dan dana (investasi) adalah 2 elemenyang berbeda, dan penempatannya dan penanganannya harus dilakukan secara spesifik.
ASURANSI
Dana warisan ini juga dapat dimanfaatkan untuk membayar segala pinjaman yang dimiliki keluarga, sehingga
saat sang kepala keluarga meninggal dunia, seluruh hutang dapat terselesaikan seluruhnya (lunas) dan aset keluarga tidak disita oleh kreditur. Oleh sebab itu seorang suami atau kepala keluarga yang bijaksana, layak memperhitungkan dan mempersiapkan perlindungan asuransi jiwa bagi dirinya dalam jumlah yang memadai, sehingga kala dia wafat tidak meninggalkan kesulitan ekonomi bagi istri dan anak-anaknya. Melainkan telah mempersiapkan “sebuah jalan” yang terang dan lebih pasti bagi istri dan anak-anaknya dalam menyongsong masa depan mereka.
INVESTASI
Seperti yang telah saya sampaikan di atas bahwa investasi adalah sebuah 1 materi penting yang harus Anda miliki saat ini, bila Anda memang benar-benar menginginkan untuk mencapai berbagai tujuan keuangan diri dan keluarga Anda. Tanpa investasi Anda akan mengalami kesulitan besar untuk mewujudkan impian Anda mencapai hidup mandiri dan sejahtera.
Mengapa begitu banyak orang yang menjalani hidup mandiri dan mewah saat masa produktif, namun mengalami hidup kekurangan dan sengsara saat mereka telah pensiun? Salah satu penyebab terbesar yang mengakibatkan mereka hidup susah saat tua, karena mereka tidak melakukan investasi sehingga memiliki dana memadai yang diperlukan untuk menikmati masa tua mereka. Melakukan investasi sekarang adalah sebuah hal yang mutlak Anda lakukan, bahkan sejak bekerja untuk pertama kali dan menerima gaji. Jangan menunggu menerima gaji besar dahulu baru melakukan investasi, karena jumlah yang cukup untuk dikategorikan besar tidak akan pernah terwujud. Jangan menunggu kaya untuk melakukan investasi (karena Anda tidak akan pernah merasa kaya), karena justru melakukan investasi untuk mencapai kekayaan. Percayalah apa yang saya katakan, dan saya tidak memiliki sebuah niatan jahat menipu dan membohongi diri Anda. Saya tidak memiliki motivasi terselubung apapun, bila Anda melakukan investasi bagi diri Anda sejak dini, selain saya merasa bahagia telah dapat membantu lebih banyak orang untuk mencapai hidup mandiri, sejahtera dan bahagia.
Mengapa harus berinvestasi?
Sungguh cukup banyak orang yang tidak melakukan investasi, karena mereka tidak mengetahui dan memahami: “Mengapa mereka harus berinvestasi?”, “Mengapa harus menunda kesenangan sekarang, padahal besok kala mati tidak membawa apapun?” Jadi mereka menghabiskan semua pendapatan yang diperolehnya hari ini, untuk menikmati kesenangan dan membeli berbagai barang idaman pada hari ini juga. Tidak ada yang bersisa dari pendapatan yang mereka terima, bahkan kadang kala mereka sampai berhutang karena pendapatan tidak cukup membayar semua biaya dan tagihan yang mereka buat.
Anda harus paham bahwa Anda hanya akan memperoleh gaji atau pendapatan selama Anda masih bekerja atau dipekerjakan oleh majikan Anda, hingga batas usia pensiun yaitu 55 tahun. Jadi aliran dana tersebut mengalir ke kantong Anda dalam waktu yang terbatas, sedangkan Anda masih
akan hidup setelah itu dan memerlukan dana yang jauh lebih besar karena adanya faktor inflasi (yang membuat semua harga barang membumbung tinggi).
Seandainya Anda tidak memiliki dana cadangan yang memadai, cobalah berpikir:
- “Bagaimana Anda akan hidup?”
- “Apakah Anda bisa menikmati kehidupan seperti mimpi Anda?”
- “Apakah Anda bahagia menjadi beban bagi keluarga Anda?”
Seandainya saja kita tahu kapan kita akan mati, mungkin kita bisa menghitung berapa dana yang harus kita sisihkan dan simpan mulai sekarang. Namun sayangnya informasi tersebut tidak dapat kita peroleh, sehingga kita harus bersiap diri dan membekali pundi seakan kita akan hidup lama.
Jadi tindakan berinvestasi sangat perlu dilakukan mulai sekarang, karena masa depan sangat tidak pasti, segala barang menjadi lebih mahal, sementara itu kita sudah tidak lagi memperoleh aliran dana (gaji yang berasal dari pekerjaan kita yang sekarang) dan kondisi phisik tubuh mulai menurun yang memerlukan dana perawatan dan pengobatan yang cukup mahal.
“Bukankah Anda ingin memberi kado berharga saat cucu Anda berulang tahun?”, “Bukankah Anda ingin melakukan perjalanan wisata, mereguk bahagia bersama pasangan?”. Bila Anda ingin menikmati hidup dan berbahagia, maka lakukan segera tindakan berinvestasi dari sekarang.
Kapan sebaiknya melakukan investasi?
Waktu yang paling tepat untuk melakukan investasi adalah sekarang, ya sekarang juga dan jangan pernah menunggu wangsit atau firman dari dewa manapun.
Berapapun gaji dan pendapatan yang Anda terima, sebaiknya lakukan investasi sekarang juga kala dan setiap kali Anda menerima pendapatan tersebut. Jangan pernah melewati waktu dan umur Anda untuk melakukan investasi setiap saat secara teratur setiap bulan dalam kurun waktu yang panjang, selama Anda masih memperoleh pendapatan. Semakin cepat Anda melakukan investasi, semakin mudah Anda akan mencapai tujuan hidup dan semakin besar dana investasi yang akan Anda peroleh. Bila Anda menunda waktu dalam berinvestasi, maka akan semakin minim dana yang Anda kembangkan dan akan memerlukan perjuangan (effort) yang jauh lebih besar untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan Anda.
Berapa besar dana dari pendapatan yang saya investasikan?
Semakin besar persentase dana yang Anda investasi dari pendapatan Anda adalah semakin baik, namun jangan pernah kurang dari 10% (sepulur persen) dari setiap jumlah pendapatan yang Anda terima dari manapun dan dalam bentuk apapun. Sebenarnya angka 10% tersebut sudah sangat kurang saat ini, memperhatikan tingkat inflasi riil barang konsumsi yang terjadi di Indonesia sekarang telah menembus angka 8 – 12,5% per-tahun. Sedangkan angka inflasi biaya pendidikan jauh lebih besar dari angka tersebut, dan pada beberapa sekolah kenaikan biaya pendidikan mencapai 20 hingga 30% per-tahun. Sehingga dalam perhitungan saya, persentase yang pantas Anda pertimbangkan untuk diinvestasikan dari setiap pendapatan yang Anda terima adalah sebesar 20% (dua puluh persen). Bila angka 20% bagi diri Anda terlalu besar dan memberatkan, maka Anda bisa lakukan secara bertahap setiap bulan. Pada bulan pertama Anda mulai menyisihkan sebesar 2%, maka dalam 10 bulan ke depan Anda telah mampu mencapai angka 20%. Semakin cepat Anda mencapai angka 20% maka akan semakin baik, dan Anda akan semakin cepat mencapai tujuan kehidupan di masa depan.
Kemana sebaiknya saya berinvestasi?
Lakukan investasi sekarang juga pada lembaga-lembaga investasi, seperti manager investasi untuk berbagai produk reksa dana. Anda bisa juga menghubungi perusahaan sekuritas bila Anda ingin melakukan investasi di instrumen saham. Bila Anda termasuk seseorang yang tidak menyenangi risiko dan cenderung konserfatif, Anda bisa memulai investasi dalam bentuk logam mulia (emas batangan). Anda jangan lupa untuk berinvestasi dalam sektor “real asset” yaitu “Real Estate” atau properti berupa rumah untuk dikontrakkan, ruko atau apartemen untuk disewakan.
Jenis investasi haruslah sesuai dengan tujuan keuangan, jangka waktu penggunaan, besar kecilnya alokasi dana, pengetahuan dan pengalaman Anda, serta profil risiko diri Anda. Sebaiknya Anda membaca, mempelajari dan memahami sebuah jenis instrumen investasi tertentu, sebelum Anda melakukan mempergunakan instruyen jenis tersebut. Maksud saya, Anda jangan berinvestasi di saham, bila Anda belum memahami bagaimana berinvestasi di saham. Hal ini untuk menghindarkan Anda akan berbagai kemungkinan mengalami kerugian. Karena dalam investasi terdapat unsur risiko yang sama besarnya dengan kemungkinan memperoleh keuntungan. Dalam bahasa lainnya: “High Return High Risk”, artinya semakin besar peluang memperoleh keuntungan, maka semakin besar tingkat risiko mengalami kerugian.
oleh: Freddy Pieloor, AAAIK,CIIB,CFP®,AEPP™
sumber ifpcindonesia.com.